ANSOR TANGSEL: PKD PC GP Ansor Tangsel
Showing posts with label PKD PC GP Ansor Tangsel. Show all posts
Showing posts with label PKD PC GP Ansor Tangsel. Show all posts

Wednesday, October 28, 2020

Hari Santri Nasional, Ansor Tangsel Mengadakan PKD

Doc. PKD Ansor Tangsel 2020

Serpong, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Tangsel melalui Pengurus Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Serpong, mengadakan PKD (Pelatihan Kepemimpinan Dasar), di MI. Nurul Falah Rawa Mekar Jaya, Serpong – Tangerang Selatan.

“Kegiatan ini diadakan dalam rangka memperingati “Hari Santri Nasional” yang jatuh pada tgl. 22 Oktober, kader Ansor yang memang banyak di isi oleh para santri, pemuda dan semua elemen masyarakat yang berusia dari 20-40 tahun. Di gembleng selama 3 hari 2 malam kedepan, dengan diberikan materi kebangsaan, ke NU-an, ke Ansor-an, ASWAJA, serta organisasi. Yang diharapkan kedepannya agar bisa menjadi pemuda yang cinta Tanah Air Indonesia.” Tegas Gus Ahmad Fauzi, selaku Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor kota Tangerang Selatan (23/10/20).

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Bpk. Nasir Aziz yg mewakili Kemenag, Bpk. Heli Slamet dari Kesra, Bpk. H. Fachrudin Zuhri Ketua FKUB, Perwakilan dari Kapolres Bpk. Mulyadi, Bawaslu, Bang Aden dari KNPI, Kang Bayu Ketua Pagar Nusa, Rekan Sibli Ketua IPNU, Rekanita Adah Ketua IPPNU, Bpk. Pungki dari Paroki Santa Monika dan tokoh masyarakat setempat.

Gus Fauzi menambahkan, “Meskipun pandemi belum sepenuhnya berlalu, namun tidak mematahkan semangat kita untuk terus melakukan pengaturan. Untuk itu dalam kegiatan PKD kali ini kita tetap mengikuti standar protokol Covid-19, mulai dari melakukan penyemprotan disinfektan di area PKD, pembagian masker, jaga jarak dan tak kalah pentingnya yaitu melakukan rapid test kepada seluruh peserta.”

Alhamdulillah, dari sahabat-sahabat LAZISNU Tangsel yang komandoi oleh Bpk. Rizky Subagya dan Tim Medis berkenan membantu untuk mengadakan Rapid test, di bantu dengan aparatur keamanan yang hadir di lokasi acara.


Doc. PKD Ansor Tangsel 2020

Doc. PKD Ansor Tangsel 2020

Dalam sambutan yang disampaikan oleh Bpk. Heli Slamet, beliau menegaskan bahwa peran serta gerakan Pemuda amat sangat dibutuhkan dalam membangun bangsa ini. Di sisi lain Bpk. Nasir Aziz perwakilan dari Kemenag Tangsel, yang juga membuka acara PKD (Pelatihan Kepemimpinan Dasar) Ansor kota Tangerang Selatan tersebut sangat mengapresiasi kegiatan ini, dan berharap para kader-kader Ansor bisa menjadi  dihadiri oleh beberapa perwakilan pejabat pemerintah dan aparat keamanan.

Selain itu pula, meskipun Agenda PKD ini dilaksanakan oleh Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor kota Tangerang Selatan dan yang di komandoi oleh PAC Serpong. Namun juga diikuti oleh perwakilan kader dari kota-kota lain seperti bogor dan kabupaten Tangerang selain dari kota Tangerang Selatan sendiri. Ada yang berasal dari Rumpin – Bogor, Cigudeg – Bogor, Panongan - Kabupaten Tangerang, Ciputat Timur – Tangsel, Pondok Aren – Tangsel, Serpong Utara - Tangsel.

Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) ini di ikuti oleh 50 peserta, dari berbagai daerah di Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang hingga Kota Bogor. Dan diharapkan dalam Pelaksanaan PKD selanjutnya semoga bisa lebih banyak lagi yang ikut pelatihan pengkaderan PC GP Ansor Tangsel maupun pada Anak Cabang GP Ansor diseluruh kota Tangerang Selatan bahkan di setiap daerah-daerah para anggota yang mengikuti Diklat PKD saat ini.

Terakhir harapan dari Gus Fauzi, agar semua Ilmu-ilmu pengkaderan PKD ini dapat bermanfaat bagi masing-masing anggota dan untuk dapat mengembangkan Ansor di wilayahnya masing-masing, serta selalu beristiqomah dalam berkhidmat pada Ansor dan NU secara menyeluruh serta NKRI.

Galery www.ansortangsel.com

Doc. PKD Ansor Tangsel 2020

Doc. PKD Ansor Tangsel 2020

 


8 Karakter Kepemimpinan Hasta Brata

Kepemimpinan Dalam Budha-Hindu


Dalam kehidupan bermasyarakat, tentunya kita tidak asing lagi yang namanya dengan kepemimpinan. Hal tersebut karena tujuan Allah Swt dalam menciptakan manusia untuk mengemban tugas sebagai kholifatullah fil Ardl (wakil Allah SWT di muka bumi) dengan adanya peran tersebut diharapkan manusia bisa memberikan kedamaian, ketentraman, dan kemakmuran dalam kehidupan di dunia.

Namun sayangnya, peran tersebut belum maksimal ketika kita melihat fenomena yang terjadi saat ini. Masih ada sebagian pemimpin bangsa yang melakukan korupsi, menindas rakyat kecil, dan kurang berlaku adil dalam menerapkan kebijakannya.

Dengan kenyataan tersebut, seharusnya para pemimpin bangsa bisa belajar konsep kepemimpinan yang ada pada kerajaan-kerajaan terdahulu, yang telah mengalami kejayaan dan diakui oleh dunia terlebih kerajaan di Jawa semisal Majapahit,  Pajajaran, Kediri, dan sebagainya.  

Peradaban kerajaan di Jawa yang pernah jaya memberikan gambaran kepada kita semua, bahwasanya bangsa ini adalah bangsa yang besar dengan para pemimpin yang berkarakter, mempunyai visi dan misi kedepan, untuk itu seharusnya para pemimpin negeri ini, bisa bercermin untuk merefleksi diri agar mampu mengikutinya.

Adapun kepemimpinan dalam budaya Jawa yang sudah terkenal yaitu 'Hasta Brata' yang berarti hasta delapan dan brata adalah laku atau tindakan. Jadi hasta brata adalah delapan tindakan yang harus dilakukan atau dilaksanakan untuk menjadi pemimpin baik raja, sultan, presiden, legislatif, bangsawan, tokoh masyarakat, maupun pemimpin organisasi termasuk lingkungan pendidikan (Haditsutrisno, 2009).

Delapan laku tersebut;

  • Pertama, Laku Hambeging Kisma: maknanya seorang pemimpin harus selalu berbelas kasih dengan siapa saja. Kisma artinya tanah, tanah tidak memperlihatkan jasanya. Walaupun dicangkul, diinjak, dibajak, tetap memberikan kesuburan dan menumbuhkan tanam-tanam.
  • Kedua, Laku Hambeging Tirta: seorang pemimpin harus adil seperti air yang selalu rata permukaannya. Keadilan bisa ditegakkan, ibarat air yang membersihkan kotoran.
  • Ketiga, Laku Hambeging Dahana: seorang pemimpin harus tegas seperti api yang sedang membakar. Namun harus mampu menakar berdasarkan akal sehat.
  • Keempat, Laku Hambeging Samirana: seorang pemimpin harus berjiwa teliti di mana saja berada. Baik buruk rakyatnya harus diketahui oleh mata kepala sendiri, tanpa menggantungkan laporan dari bawahan saja.
  • Kelima, Laku Hambeging Samodra: seorang pemimpin harus mempunyai sifat pemaaf sebagaimana samudra raya yang siap menampung apa saja yang hanyut dari dataran.
  • Keenam, Laku Hambeging Surya: seorang pemimpin harus memberi inspirasi pada bawahannya ibarat matahari yang selalu menyinari bumi dan memberi energi pada setiap makhluk.
  • Ketujuh, Laku Hambeging Candra: seorang pemimpin harus bisa memberi penerangan yang menyejukkan seperti bulan bersinar terang benderang namun tidak panas.
  • Kedelapan, Laku Hambeging Kartika: seorang pemimpin harus tetap percaya diri meskipun dalam dirinya ada kekurangan. Ibarat bintang-bintang di angkasa, walaupun ia sangat kecil tapi dengan optimis memancarkan cahayanya.


Tentunya ajaran hasta brata memberikan cerminan dan kesadaran kosmis, bahwasnya jika mau merenungi segala isi di dunia akan  menemukan pelajaran yang luas biasa dari jagat daya ini. Semoga bangsa Indonesia selalu dalam pemimpin yang adil, dan peduli dengan rakyat kecil.

*Disarikan dari jurnal 'korelasi antara hasta brata dan islamic leadership' Muhammad Hamim.

Ditulis oleh Syaiful Ahyar
Penulis merupakan Anggota kader Ansor Tangsel perwakilan Ciputat Timur, sekaligus ketua kelas dalam Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Tangerang Selatan angkatan ke-II pada tanggal 23-25 Oktober 2020, di MI. Nurul Falah RMJ, Serpong – Tangsel.

Tuesday, October 27, 2020

Pentingnya Kaderisasi Dalam Organisasi Nahdlatul Ulama

Doc. Upacara sebelum Pembaiatan Kader Ansor Tangsel

Dalam sebuah organisasi, harus ada seorang pemimpin yang menjalankan organisasi tersebut agar berjalan dengan baik dan benar sesuai dengan cita-cita awal pembentukannya.

Sebuah organisasi tidak akan berjalan efektif ketika tidak ada kader-kader yang berkualitas dan berkompeten untuk menjalankan roda kepemimpinan.

Begitu pula dengan Organisasi Gerakan Pemuda Ansor yang sudah begitu besar di negeri ini, yang sudah mempunyai banyak kader yang menyebar di seluruh wilayah Indonesia.

GP Ansor sudah mempunyai 34 Cabang Wilayah, yang di komandoi oleh kepemimpinan pusat yang terletak di ibu kota Jakarta. Dengan banyaknya cabang yang sudah menyebar tentunya GP Ansor merupakan organisasi kepemudaan yang sudah mapan dan mumpuni.  Sehingga sudah dalam kategori matang. Namun selama organisasi tersebut tidak melakukan kaderisasi, maka tinggal menunggu waktunya untuk menuju kemunduran. Karena tantangan zaman begitu kompleks dengan adanya perubahan zaman yang ditandai oleh perkembangan teknologi. Untuk itu wajib hukumnya setiap organisasi harus melakukan kaderisasi agar bisa mempersiapkan kader-kader yang militan untuk menjawab tantangan zaman.


Doc. PKD Ansor Tangsel Oktober 2020

 

Hal ini sudah dilakukan oleh GP Ansor dengan mengadakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar atau biasa disingkat PKD. Pelatihan ini merupakan awal mula dari proses kaderisasi hingga ada pelatihan lanjutan. Secara umum PKD bertujuan untuk membentuk kader yang memiliki ketaqwaan, kemantapan ideologi dan wawasan kebangsaan, memiliki komitmen sosial dan keterampilan berorganisasi dan siap untuk melaksanakan tugas dan meneruskan estafet kepemimpinan organisasi di tingkat Anak Cabang atau Cabang.

Adapun secara khusus, peserta PKD diharapkan mampu untuk bisa dengan 5 hal ini;

  1. Memahami asas-asas hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
  2. Memahami pokok-pokok ajaran Islam Ahlu Sunnah Wa al-Jama'ah An-Nahdliyah 
  3. Memahami misi dan tujuan GP Ansor serta kode etik kader
  4. Memiliki wawasan kepemimpinan dan organisasi
  5. Memiliki keterampilan berdiskusi, berkomunikasi, merencanakan dan melaksanakan tugas organisasi di tingkat Cabang 6.memiliki bekal untuk melaksanakan peran kepemimpinan pada tingkat Cabang.

Pasca pelatihan, kader lulusan PKD memiliki tugas dan peran sebagai berikut:

  1. Mengembangkan prinsip-prinsip hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945
  2. Menjalankan ajaran Islam Ahlu Sunnah Wal Jama'ah An-Nahdliyah secara benar
  3. Menjelaskan, menjabarkan dan melaksanakan khittah NU dan Panca Khidmah GP Ansor dalam kehidupan berorganisasi dan bermasyarakat
  4. Membantu kegiatan organisasi san sekaligus dalam rangka promosi untuk meneruskan estafet kepemimpinan organisasi di tingkat Anak Cabang dan Cabang
  5. Melanjutkan ke tingkat berikutnya.

 

Doc. PKD PC GP Ansor Tangsel Oktober 2020

 

Itulah sekilas pentingnya kaderisasi dalam sebuah organisasi, agar bisa menyiapkan kader-kader yang militan, teguh dalam berprinsip, dan berani mengambil keputusan. Untuk itu di harapkan kader-kader Gerakan Pemuda Ansor akan selalu solid dalam satu komando untuk membendung gerakan organisasi lain yang berusaha mencederai eksistensi negara Indonesia.

Siapa kita Ansor NU
NKRI Harga Mati
Pancasila Jaya

Ditulis oleh Syaiful Ahyar
Penulis merupakan Anggota kader Ansor Tangsel sekaligus ketua kelas dalam Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Tangerang Selatan angkatan ke-II pada tanggal 23-25 Oktober 2020, di MI. Nurul Falah RMJ, Serpong – Tangsel.

NU Care

Aswaja

Tabayun