ANSOR TANGSEL: Nahdlatul Ulama
Showing posts with label Nahdlatul Ulama. Show all posts
Showing posts with label Nahdlatul Ulama. Show all posts

Saturday, February 27, 2021

Bendera NU: Gerakan Maju Warga Nahdliyin untuk Indonesia


Rangkaian harlah Nahdlatul Ulama (NU) yang ke-98 Hijriah begitu meriah dengan adanya himbauan kepada warga Nahdliyin seluruh Indonesia untuk memasang bendera NU baik di depan rumah, kantor, di jalanan hingga di ujung atas pohon. Pemasangan bendera ini berlangsung selama tiga hari, yaitu jum'at s.d ahad (26-28 Februari, 2021). Bendera merupakan simbol persatuan, perdamaian, dan eksistensi. Selain itu, bendera sebagai kedaulatan sebuah negara.

Setelah mengalami masa penjajahan yang cukup panjang akhirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berhasil merebut kemerdekaan dari tangan kolonial. Pada saat itu pula, bendera merah putih berkibar secara bebas. Melihat realitas sejarah, Bendera merah putih pernah dikibarkan pada tahun 1292 oleh tentara Jayakatawang pada saat melakukan peperangan melawan kekuasaan Kertanegara.

Seiring berjalannya waktu, ketika masa kolonial bendera merah putih dikibarkan lagi sebagai bentuk protes oleh para pelajar nasionalis pada abad ke-20. Hingga Jepang datang ke Indonesia dan mengusir Belanda, lalu pada akhirnya Jepang pun kalah perang dan mendapat desakan dunia dan seluruh kekuatan rakyat Indonesia berhasil mengusir penjajah. Selanjutnya pada tanggal 17 Agustus 1945, Soekarno mengumandangkan proklamasi kemerdekaan Indonesia. 

Sejarah telah berlalu, namun memori kolektif itu masih teringat terang benderang atas perjuangan para pahlawan dalam meraih kemerdekaan.  Namun, Seiring dengan arus globalisasi, pertukaran antar budaya, trend, dan ideologi tak bisa dibendung lagi, ditambah dengan teknologi yang semakin berkembang pesat hingga akhirnya masyarakat Indonesia mengenal Organisasi Hizbut Tahrir (HTI) khususnya kalangan mahasiswa, organisasi ini mempunyai bendera berlambang kalimat 'Tauhid' yang mana, bisa menggugah emosional gerakan para pemuda yang lagi suka-sukanya dengan isu keislaman.

Gerakan organisasi ini semakin eksis, melampaui batas-batas ke-nasional-an. Sebagai warna Indonesia, yang mana paham nasionalis semakin terkikis atas doktrin yang diusung oleh organisasi tersebut yang membawa ideologi paham keislaman yang mengarah pada penegakkan negara Islam.  Sehingga tidak cocok diterapkan di Negara Indonesia karena mempunyai berbagai suku, ras, dan agama, yang berbeda-beda.  Hingga akhirnya, pemerintah membubarkan organisasi tersebut dengan dalih bisa merusak tatanan paham nasionalisme sebagai alat pemersatu bangsa.

Lain halnya dengan organisasi Nahdlatul Ulama (NU), yang merupakan organisasi Islam terbesar di dunia dengan hitungan pengikutnya. Juga mempunyai bendera berwarna hijau dengan lambang dunia (jagat) yang diikat oleh tali yang melingkar, tentunya lambang ini mempunyai filosofi tersendiri dan makna yang mendalam.

Nahdlatul Ulama (NU) lahir sebelum masa kemerdekaan dan tentunya sudah mempunyai bendera sendiri. Namun tidak pernah berkeinginan untuk merebut kekuasaan yang sah, apalagi menggulingkannya. Karena pandangan Organisasi Nahdlatul Ulama lebih condong ke-maslahatan dan kedaulatan negara, justru malah sebagai partner dalam kemajuan negara-bangsa Indonesia. Sikap inilah yang membedakan organisasi NU dengan HTI.

Selain HTI organisasi yg baru lahir, seperti anak tidak tau bapaknya, sehingga menimbulkan pemahaman yang salah terhadap eksistensi kenegaraan.

Terakhir, puncak harlah NU kali ini, yang disertai dengan bendera NU yang terpasang di berbagai wilayah, merupakan wujud kecintaan warga NU terhadap negara Indonesia.  Mari kita rayakan, sambil berdoa agar NU dan Indonesia semakin maju.


Editor : Kholili
Penulis : Syaiful Ahyar kader GP Ansor Tangsel dan Kontributor NU Online Banten.

Sunday, February 21, 2021

Hubbul Wathon Minal Iman: Jargon GP Ansor Sebagai Bentuk Patriotisme

Cinta Tanah Air Sebagian dari Iman


Hubbul Wathon Minal Iman merupakan slogan “Cinta Tanah Air Sebagian dari Iman”. Jargon ini berasal dari Hadrotussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, pendiri organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Sebagaimana yang disampaikan oleh Ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH. Said Aqil Sirodj. (4/6/2016).

 

Meski kalangan kyai pesantren pakai sarung, sorban, dan pakaian sederhana, namun cintanya kepada tanah air begitu totalitas. Hingga KH. Wahab Hasbullah membuat lagu “Ya Ahlal Wathon” sebagai wujud cintanya kepada tanah air. Disamping itu, Indonesia berdiri dengan membawa semangat nasionalis dan religius.

 

Bahkan KH. Saiq, menjamin tidak ada kyai NU di Indonesia yang mengajarkan radikalisme dan membuat bom, karena Ulama NU di kampung atau desa membentuk karakter anak bangsa melalui pengajian kitab kuning, dan ritual keagamaan seperti tahlilan, yasinan, juga pengajian.

 

Kehadiran jargon Hubbul Wathon Minal Iman, muncul disaat peristiwa “22 Oktober 1945” dimana pada tanggal tersebut keluarlah Resolusi Jihad fii Sabilillah yang digagas oleh Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari sehingga bisa mengusir penjajah karena doktrin dan semangat juang yang membara.

 

Seiring dengan berjalannya waktu, sejarah itu masih teringat dengan detail hingga akhirnya GP Ansor Kota Tangerang Selatan yang merupakan organisasi Badan Otonom Nahdlatul Ulama cabang daerah Kota Tangerang Selatan menggunakan jargon “Hubbul Wathon Minal Iman” sebagai slogan yang mampu memberikan motivasi yang kuat dan militan untuk berjuang dan mempertahankan nilai-nilai persatuan bangsa.

 

Pemahaman radikal yang masih menggejala dikalangan pemuda memberikan respon cepat dari GP Ansor Tangerang Selatan, hingga membuat barikan satu komando untuk menyelesaikan fenomena tersebut. Disamping itu, GP Ansor sebagai organisasi Pemuda Islam selalu siap dalam mengawal dan mengkounter pemahaman Islam radikal agar semakin terminimalisir.

 

Jargon Hubbul Wathon Minal Iman merupakan senjata yang paling ampuh untuk mempertahankan NKRI karena Jargon ini memberikan semangat patriotisme dan rela berkorban untuk mempertahankan eksistensi NKRI. Begitu juga yang dilakukan oleh GP Ansor Tangerang Selatan dalam mengarahkan para kadernya agar selalu melafalkan jargon tersebut ketika dalam pengkaderan.

 

Menurut kyai Thobari, jargon tersebut merupakan bentuk keimanan sebagaimana yang dijelaskan “Syarat-syarat keimanan menurut syech Ahmad Sihabuddin al Kamsani dalam kitab al-Ilmiah di Lebanon, ada beberapa persyaratan tentang iman, yakni “Alhub Ilallah” (takut pada Allah), takut pada Allah, misalnya takut korupsi, takut menghianati bangsa dan hal-hal yang berbau negatif yang melanggar hukum Islam.

 

Cinta tanah Air sebagian dari pada iman karena mengandung rasa takut jika seandainya kita tidak bisa cinta tanah air, nanti akan terjadi peperangan, perang saudara, hal-hal tersebut sangar merugikan bagi kita bangsa Indonesia. Jika kita tidak takut soal itu, maka kita bukan merupakan bagian dari warga Indonesia yang baik. Karena bisa cinta tanah air maka kedamaian akan selalu dan keamanan akan selalu ditegakkan. Disamping itu, kecintaan terhadap tanah air termasuk bagian dari 10 persyaratan takut kepada Allah Swt.

 

Terakhir, sebagai pemuda jangan sampai menghianati bangsa karena proses kemerdekaan ini tidak diraih dengan mudah namun sudah mengorbankan banyak jiwa yang berjuang ketika saat itu untuk memperebutkan kemerdekaan dari tangan kolonial.

 

Editor : Kholili

Penulis : Syaiful Ahyar – Kader GP Ansor Tangsel dan Redaktur NU Online Banten

Tuesday, October 27, 2020

Pentingnya Ilmu ke-NU-an, Asal-usul NU di Dirikan, dan Mengetahui Banom NU yang Resmi

Bendera NU Berkibar


Asalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh.

1. Ada NU, Muhammadiyah, Persis, LDII, Wahabi, Salafi, Mu'tazilah, Kamu milih yang mana?
Jawab : NU.
2. NU singkatan dari apa?
Jawab : Nahdlatul  'Ulama.
3. Nahdlah, artinya apa?
Jawab : Kebangkitan.
4. 'Ulama artinya apa?
Jawab : Orang yang pintar memiliki ilmu Agama dan mampu mengamalkannya.
5. Siapakah yang paling takut kepada Allah dan Pewaris Para Nabi?
Jawab : 'Ulama .
6. Kapan Organisasi NU didirikan?
Jawab : Tgl. 31 Januari 1926/16 Rajab 1344 H.
7. Di daerah mana NU didirikan?
Jawab : Di Surabaya – Jawa Timur.
8. Siapa Rais Syuriah PBNU yang pertama?
Jawab : Hadrotussyaikh KH. M. Hasyim Asy'ari dari Kabupaten Jombang.
9. Siapa ketua Tanfidziyah PBNU yang pertama?
Jawab : H. Hasan Gipo dari Surabaya – Jawa Timur.
10. Apa tujuan didirikannya organisasi NU?
Jawab : Untuk melestarikan, mengembangkan dan mengamalkan ajaran Islam Ahlusunah Waljama'ah dengan menganut salah satu dari empat madzhab (Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi'i, dan Imam Hambali).
11. Sebutkan Struktur Organisasi NU?
Jawab :  

  1.  PBNU : pengurus Besar Nahdlatul Ulama, untuk tingkat pusat.
  2.  PWNU : Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama, untuk tingkat Provinsi
  3.  PCNU : Pengurus cabang Nahdlatul Ulama, untuk tingkat kabupaten/kota.
  4.  PCI NU : Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama, untuk Luar Negeri.
  5.  MWC NU : Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama, untuk tingkat kecamatan.
  6.  RANTING NU : Untuk tingkat Kelurahan/Desa.

12. Sebutkan Struktur Lembaga Kepengurusan NU?
Jawab :

  • Musytasyar (Penasehat)
  • Syuriyah (Pimpinan tertinggi) terdiri dari :

- Rais Aam
- Wakil Rais Aam
- Beberapa Rais
- Katib Aam
- Beberapa Wakil Katib A'wan.

  • Tanfidziyah (Pelaksana) Terdiri dari :

- Ketua Umum
- Beberapa Ketua
- Sekretaris Jenderal
- Beberapa Wakil Sekjen
- Bendahara
- Beberapa Wakil Bendahara.

13. Dalam menjalankan Programnya, NU mempunyai tiga perangkat organisasi, sebutkan?

Jawab :

  1. BADAN OTONOM
  2. LAJNAH
  3. LEMBAGA

14. Badan Otonom (Banom) NU adalah?

Jawab : Banom adalah Perangkat organisasi yang berfungsi melaksanakan kebijakan yang berkaitan dengan kelompok masyarakat tertentu dan beranggotakan perorangan.

15. NU mempunyai 10 Banom, sebutkan?
      Jawab : 

  1. Jam'iyah Ahlit Thariqoh Al-Mu'tabaroh An-Nahdliyyah (JATMAN)
  2. Jam'iyah Qurro Wal-Huffadz (JQH)
  3. Muslimat
  4. Fatayat
  5. Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor)
  6. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU)
  7. Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU)
  8. Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU)
  9. Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (SARBUMUSI)
  10. Pagar Nusa.

16. LAJNAH adalah?

Jawab : Lajnah adalah perangkat organisasi untuk melaksanakan program yang memerlukan penanganan khusus.

17. NU mempunyai 2 Lajnah, sebutkan dan terangkan?

Jawab :

  1. LAJNAH FALAKIYAH : Bertugas mengurus masalah hisab dan rukyah serta pengembangan ilmu Falak.
  2. LAJNAH TA'LIF WAN NASYR  : Bertugas mengembangkan penulisan, penerjemahan dan penerbitan kitab/buku,serta media informasi menurut faham Ahli Sunnah Waljama'ah.

 

Logo Badan Otonom Nahdlatul Ulama (Banom NU)

18. LEMBAGA NU adalah?
Jawab : Perangkat departementasi organisasi yang berfungsi sebagai pelaksana kebijakan, berkaitan dengan suatu bidang tertentu.
19. NU mempunyai 14 Lembaga, sebutkan!
      Jawab :

  1. LDNU : Lembaga Dakwah
  2. LPMNU : Lembaga Pendidikan Ma'arif
  3. RMI : Robithoh Ma'ahid Al-Islamiyah, melaksanakan di bidang pengembangan pondok pesantren
  4. LPNU : Lembaga Perekonomian Warga NU
  5. LP2NU : Lembaga Pengembangan Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kelautan.
  6. LKKNU : Lembaga Kemaslahatan Keluarga
  7. LAKPESDAM : Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
  8. LPBHNU : Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum
  9. LESBUMI : Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia
  10. LAZISNU : Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh
  11. LWPNU : Lembaga Waqof dan Pertanahan, Bangunan
  12. LBM : Lembaga Bahsul Masail
  13. LTMI  : Lembaga Ta'mir Masjid Indonesia
  14. LPKNU : Lembaga Pelayanan Kesehatan.

Logo Lembaga Nahdlatul Ulama (NU)

 20. Terangkan tentang keanggotaan NU berdasarkan survei LSI pada tahun 2004?
       Jawab : Anggota NU tersebar di :

  •       30 Pengurus Wilayah PWNU  ,
  •       339 Pengurus Cabang PCNU
  •       2.630 MWC
  •       37.125 Ranting
  •       12 PCI di Luar Negeri.

21. Terangkan tentang Garis-garis besar Pemikiran NU?
      Jawab :

  1. NU mendasarkan keagamaannya kepada sumber ajaran Islam yaitu : Al-Qur'an, As-sunah, Al-ijma'  (Kesepakatan Para Sahabat dan Ulama), Al-qiyas (Analogi).
  2. NU mengikuti paham Ahli Sunnah waljamaah dan menggunakan Jalan pendekatan Madzhab, yaitu :
  • DALAM BIDANG AQIDAH, NU mengikuti faham Imam Abul Hasan Al-Asy'ari dan Imam Abu Mansur Al-Maturidi.
  • DALAM BIDANG FIQIH, NU mengikuti Imam Abu Hanifah An-Nu'man, Imam Malik bin Anas, Imam Muhammad bin Idris As-Syafi'i, Imam Ahmad bin Hambal.
  • DALAM BIDANG TASAWUF  : NU mengikuti Imam Junaedy Al-Baghdadi, Imam Al-Ghazali dan Imam-imam lain.

22.Terangkan tentang Sikap Kemasyarakatan NU?
     Jawab : Ada tiga Pendekatan kemasyarakatan NU :

  1. TAWASSUT dan I'TIDAL : yaitu Sikap moderat yang berpijak pada prinsip keadilan serta berusaha menghindari segala bentuk pendekatan dengan Tathoruf (ekstrim).
  2. TASAMMUH : yaitu Sikap toleran yang ber-intikan penghargaan terhadap perbedaan pandangan dan kemajemukan identitas budaya masyarakat.
  3. TAWAZUN : yaitu sikap seimbang dalam berkhidmat demi terciptanya ke-serasian hubungan antara sesama umat manusia dan antara manusia dengan Allah SWT.

23. Ada yang bilang bahwa NU itu sebagai pelopor kelompok Islam moderat, apa alasannya?
      Jawab : - Karena Dakwah NU seperti model Wali songo
                    - Karena kehadiran NU bisa diterima oleh semua kelompok masyarakat
                    - Karena NU sering berperan sebagai perekat bangsa.

Wallahul Muwafiq Ila'aqwamit Thoriq Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Ditulis oleh Ahmad Baehaki
Penulis merupakan Anggota kader Ansor Tangsel, dalam Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Tangerang Selatan angkatan ke-II pada tanggal 23-25 Oktober 2020, di MI. Nurul Falah RMJ, Serpong – Tangsel.

NU Care

Aswaja

Tabayun