ANSOR TANGSEL: Warta
Showing posts with label Warta. Show all posts
Showing posts with label Warta. Show all posts

Friday, April 2, 2021

NU Kecamatan Setu : Menyambut Datangnya Bulan Suci Ramadhan dan “NGOPILATURAHMI”

Menyambut datangnya bulan suci ramadhan

Setu, Tangsel – Setelah rampung 45 Ranting NU resmi berada dalam struktural PCNU Tangsel yang diselesaikan dalam kurun waktu hanya 2 bulan, diseluruh MWCNU di kota Tangerang Selatan langsung bergerak mengedepankan sinergitas antara pengurus MWCNU, PRNU, Lembaga NU hingga Banom Ansor – Banser IPNU IPPNU dan lainnya, termasuk kecamatan Setu.

Dengan tema yang di usung “NGOPILATURAHMI Ranting NU, Banom NU, Lembaga NU Se-Kecamatan Setu”, yang dibuka dengan pembacaan Yasin dan Tahlil serta sambutan-sambutan oleh para tamu undangan.

Ngopilaturahmi adalah Silaturahmi dengan sambil ngopi, karena sejak dahulu kopi adalah salah satu warisan yang tak akan pernah bisa pudar, dengan segalan manfaat dan khasiatnya. Maka kopi adalah salah satu alat terbaik yang dimiliki oleh Nusantara dalam menyatukan perbedaan serta mengasyikkan dalam bersilaturahmi antar masyarakat.


Agenda ini bertujuan untuk Silaturahmi Para pengurus baik MWCNU, PRNU hingga Banom-banom yang berada di kecamatan Setu – Tangsel. Sekaligus persiapan dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1442 H, juga Tasyakuran Ketua PAC GP Ansor Setu pada malam tadi (01/03). Sebagaimana yang di tuliskan pada flayer (undangan) yang disebarkan melalui media digital online WA dan Media Sosial lainya.

Bertindak sebagai tuan rumah adalah sahabat Irfan Alamsyah ketua PAC GP Ansor Setu, yang juga memiliki hajat slametan (tasyakuran) rumah tinggalnya. Acara inti yang digelar bertujuan untuk meningkatkan sinergitas antara pengurus NU se-kecamatan Setu beserta Banom-banim dan Lembaga yang telah berjalan sebagaimana aturan yang telah ditetapkan oleh PCNU Tangsel.

Membangkitkan semangat dan solidaritas dalam menjalankan amanah sebagai garda terdepan NU dan NKRI di kecamatan Setu kota Tangerang Selatan.

Dalam acara hadir ketua Tanfidzhiyah PCNU Tangsel KH. Abdullah Mas’ud, Ketua PC GP Ansor Tangsel Gus Ahmad Fauzi G. Attingsily, Ketua PC IPPNU Rekanita Hilda Nur Hidayah beserta para jajaran NU se-kecamatan Setu lainnya.

Acara digelar setelah waktu Shalat Isya, bertempat di Jl. Lingkar Selatan, Kel. Muncul, Kec. Setu – Tangsel dekat pertigaan Sengkol. Dengan teman makan ringan yang disediakan secara sedarhana namun membawa nikmat dan khidmat bagi seluruh jajaran pengurus maupun anggota NU Setu.

Bulan  Ramadhan yang tinggal menghitung hari, maka pengurus NU Setu mulai mempersiapkan diri dalam menyambut bulan Ramadhan. Baik berupan program-program yang akan dilaksanakan hingga mempersiapkan diri secara Dzhohiriyah hingga Bathiniyah, baik materi maupun non materi.

Karena ini adalah kali ke-dua Ramadhan dalam Pandemi, yang mengharuskan setiap individu expert dalam menutupi ekonomi dan menguatkan ruhani serta jasmani, juga Iman, Imun dan keamanan.


Penulis & Editor : Kholili

Sunday, March 28, 2021

Ketua Ansor Tangsel : "Bersihkan hati dan diri, bukan aksi bom bunuh diri"

Ledakan di Gereja Katedral Makassar

Tangerang Selatan - Ledakan bom bunuh diri kembali terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, sekitar pukul 10.28 WITA, Minggu (28/03/2021).

Berbarengan dengan penutupan DIKLATSAR Banser CIPUTAT RAYA, TANGERANG SELATAN, kami dikejutkan dengan insiden aksi bom bunuh diri di makassar. Ternyata masih ada saja orang-orang yang gagal faham dalam beragama dan bernegara.

"Menyambut datangnya bulan suci ramadhan bukannya mensucikan hati dan bersihkan diri, eh malah melakukan aksi bom bunuh diri." tegas Fauzi, Ketua Cabang Ansor Tangsel.

"Inilah akibat bagi orang-orang yang kaku dalam beragama dan bernegara. Kita tahu bahwa kebebasan memeluk agama dan menjalankan agama serta keyakinan masing-masing itu sudah sesuai dengan landasan konstitusional bahkan di jamin oleh negara." Lanjutnya.


Menteri Agama, Gus Yaqut menilai, aksi ini sebagai tindakan keji yang menodai ketenangan hidup bermasyarakat dan jauh dari ajaran agama. “Apapun motifnya, aksi ini tidak dibenarkan agama karena dampaknya tidak hanya pada diri sendiri juga sangat merugikan orang lain,” ujar Menag.

Bom bunuh diri mengakibatkan kerusakan parah gedung gereja Katedral dimakassar, dan mengakibatkan 14 orang menjadi korban.

 

Ketua PC GP Ansor : Bersihkan Hati dan Diri, Bukan Aksi Bom Bunuh Diri


Gus Fauzi, menambahkan Mengenai bunuh diri Allah SWT, telah berfirman di dalam Surat An-Nisa ayat 29-30 yang berbunyi : "Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu. Dan barang siapa berbuat demikian dengan cara melanggar hukum dan zalim, akan Kami masukkan dia ke dalam neraka. Yang demikian itu mudah bagi Allah."


Jelas sudah bahwa dalam konteks apapun, bahkan dalam agama sekalipun, tidak pernah dibenarkan melakukan bunuh diri.

Selanjutnya, kami berharap kepolisian dapat mengungkap insiden ini dengan tuntas serta mencari jaringannya sampai ke akar-akarnya, agar Indonesia bisa terbebas dari kelompok-kelompok radikal dan teroris.

Saturday, March 20, 2021

SAH! MWCNU Pondok Aren Ketuk Palu Meresmikan Kepengurusan dan Kelembagaan NU

Rapat Pleno MUSYKER MWCNU Pondok Aren

Serpong, Tangsel – Rapat Pleno Musawarah Kerja MWCNU kecamatan Pondok Aren – Tangsel tahap akhir telah dilaksanakan pada pagi hari tadi (20/03) di Rumah Makan Tirtonadi, Lengkong Wetan, Serpong. Rapat Pleno ini merupakan lanjutan dari Musyawarah Kerja pada Sabtu, 28 November 2020 di Pondok Pesantren Jam’iyyah Islamiyah, Jl. Pesantren, Kel. Jurangmangu Timur, Pondok Aren – Tangsel.

Acara dibuka pada pukul 10.30 WIB, oleh Gus Afif selaku pembawa acara Rapat Pleno Musyawarah Kerja MWCNU Pondok Aren, dan selesai ba’da Dzhuhur. Dilanjutkan dengan ramah tamah para pengurus MWCNU Pondok dengan santap siang juga pembicaraan hangat disela-sela makan.


Pada Rapat Pleno tahap akhir ini membahas tentang pembagian tugas yang sudah diamanahkan melalui rapat dan persetujuan para pengurus Rais Syuriah, Ketua Tanfidzhiyah berserta para jajarannya pada MUKER MWCNU pada akhir tahun lalu.

Menetapkan dan memantapkan siapa saja para pengurus yang berkompenten dalam menempati posisi masing-masing, baik dalam kepengurusan MWCNU maupun didalam kelembagaannya.

 

Rapat Pleno Musyawarah Kerja MWCNU Pondok Aren

Semua pengurus yang terpilih adalah mereka yang memang betul-betul menguasai terhadap bidangnya, serta dapat menjalankan dan menjaga marwah NU sebagaimana mestinya, yang tertuang dalam sisi kepribadian dan ke ilmuannya. Sehingga tidak menyalahkan wewenang dalam bertugas ataupun melaksanakan kewajibannya sebagai pengurus dalam kelembagaan MWCNU Pondok Aren.

Adapun Lembaga yang disahkan ada 7 Lembaga dan 1 Lajnah NU, diantaranya; LDNU (Lembaga Dakwah NU), LPNU (Lembaga Perekonomian NU), LTMNU (Lembaga Takmir Masjid NU), LAKPESDAM (Lembaga Kajian dan Pengembangan SDM NU), LAZISNU (Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah NU), LBMNU (Lembaga Bahtsul Masail NU), LESBUMI NU (Lembaga Seni Budaya Muslimin NU), dan terakhir, LTNNU (Lajnah Ta’lif Wa Nasyr NU).


Semua Lembaga dan lajnah disahkan langsung oleh Rais Syuriah MWCNU Pondok Aren Dr. KH. Suhada, S.Ag., M.Ag., Ketua Tanfidzhiyah MWCNU Pondok Aren KH. Muhammad Thoha, S.Ag., Sekretaris Tanfidzhiyah MWCNU Pondok Aren Ust. Sholeh Anas RJ. Didampingi langsung oleh Wakil Katib Syuriah PCNU Tangsel KH. Mohammad Jamil, SQ., M.Pd.I., dan Sekretaris Tanfidzhiyah PCNU Tangsel KH. Himam Muzahir, MA.

Sah! Seluruh pengurus Lembaga dan Lajnah MWCNU Pondok Aren pada hari ini (20/03), melalui ketuk palu yang disaksikan langsung oleh seluruh pengurus MWCNU dan Lembaga MWCNU Pondok Aren. Acara berjalan dengan sukses dan lancar tanpa adanya kendala apapun.

Dan selanjutnya para pengurus Lembaga maupun Lajnah yang resmi dalam rapat Pleno Musyawarah Kerja MWCNU Pondok Aren, bisa langsung bergerak sesuai dengan program yang telah di canangkan oleh masing-masing Lembaga dan lajnah pada Musyawarah Kerja akhir tahun lalu.

Setelah ketuk palu peresmian kepengurusan Lembaga dan lajnah NU, acarapun ditutup dengan do’a dan dilanjutkan dengan ramah-tamah yang di ikuti oleh seluruh pengurus.

Disisi lain, sekretaris Tanfidzhiyah PCNU Tangsel KH. Himam Muzahir, MA. Menyampaikan terkait KARTANU bahwa, “Kepada seluruh Pengurus Wajib membuat/memiliki KARTANU, agar seluruh pengurus MWCNU ini terdaftar langsung sebagai anggota di kepengurusan pusat NU (PBNU).”

 

Baca juga : KARTANU Sebagai Kartu Asuransi dan Anggota Koperasi bagi Warga NU Tangsel

Memang salah satu program yang sedang dijalankan oleh PCNU Tangsel adalah seluruh anggota kepungurusan NU di kota Tangerang Selatan, baik dari tingkat ranting hingga PCNU Tangsel diharuskan memiliki KARTANU. Dimana KARTANU ini berfungsi selain sebagai kartu identitas warga NU, juga sebagai tanda keanggotaan koperasi dari PCNU Tangsel sekaligus sebagai Kartu Asuransi Warga NU di Tangsel.

 

Penulis & Editor : Kholili

Saturday, March 13, 2021

PCNU Tangsel : Semangat Baru, Harapan Baru, Bergerak Maju

PCNU Tangerang Selatan: Semangat Baru, Harapan Baru, Bergerak Maju

Tangsel - Semenjak dilantik kepengurusan baru PCNU Kota Tangerang Selatan masa bakti 2020-2025, pengurus PCNU bergerak secara totalitas dengan menghidupkan berbagai program yang belum aktif, mulai dari sosialisasi tingkat ranting, hingga pembentukan pengurus ranting yang belum aktif oleh masa kepemimpinan yang lalu.

Upaya tersebut dilakukan untuk memudahkan koordinasi di akar rumput agar kegiatan NU di masyarakat berjalan sesuai dengan program yang telah ditentukan. Selain itu, beberapa lembaga seperti Lembaga badan Wakaf (LBW NU), NU Care-Lazisnu, dan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBH NU) sudah dikukuhkan kembali.

Ada 18 lembaga di bawah naungan NU, beserta Banom NU Tangsel seperti, RMI NU, Ansor-Banser, IPPU-IPPNU, Muslimat, Fatayat, hingga Kopri PMII. Lembaga ini bergerak sesuai dengan kendali dan bidangnya masing-masing.

Baca juga : Hujan Tidak Jadi Halangan, Ansor Banser Tangsel Memperingati Isra’ dan Mi’raj

Semangat baru yang dibangun oleh pengurus NU Kota Tangerang Selatan tidak lepas dari peran Ketua PCNU, KH. Abdullah Mas’ud yang begitu aktif dan militan dalam menggerakan antar berbagai lembaga, dan tentunya juga dibantu oleh jajaran pengurus lainnya. Sehingga menciptakan energi yang positif yang bisa mempengaruhi semangat juang pengurus NU lainnya.

Militansi dalam kepengurusan NU sangat dibutuhkan, seperti halnya yang telah di contohkan oleh para pendiri NU, yaitu Hadratusy-syeikh KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hasbullah, KH. Bisri Syansuri serta Muassis lainnya. Beliau semua merupakan tokoh dan sosok yang tak kenal lelah dalam menggerakan organisasi NU ketika saat mendirikan dan membangun, karena semangat yang dibawa merupakan semangat untuk kemaslahatan umat, sehingga energi yang dipakai tidak akan pernah habis.

Disamping itu, semangat untuk mengusir penjajah dan  menjaga eksistensi bangsa Indonesia. Dengan melihat contoh dan keteladanan yang nyata dari para pendahulu, tentunya memberikan gambaran betapa militannya mereka dalam berjuang, sehingga bisa memotivasi para pengurus NU, agar selalu memompa semangat dan menjaga motivasinya dalam berjuang.

Pengurus PCNU Kota Tangerang Selatan mempunyai beberapa program prioritas yaitu, pendidikan, ekonomi, dan kesehatan. Ketiga program tersebut menjadi ujung tombak dalam kepengurusan periode ini.

Baca juga : Giat Peduli Bencana Banjir Ansor Banser Tangsel

Pertama, Program pendidikan merupakan salah satu prioritas utama terhadap realita yang terjadi atas Pendidikan saat ini, yang dinilai harus beradaptasi dengan sesuatu yang baru seperti belajar yang tidak bertatapan langsung akibat pandemi, khusunya wilayah perkotaan.

NU di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif belum mempunyai lembaga pendidikan resmi yang maju dan berkembang, hampir rata-rata lembaga pendidikan berbasis Islam dikuasai oleh lembaga yang bukan berafiliasi di NU, sehingga sangat mudah sekali para pelajar tertular isu-isu intoleransi karena faktor ajaran yang diberikan oleh lembaga tersebut, secara tidak sadar mental mereka tersusupi berita atau wawasan yang mengandung radikalisme dan semacamnya.

Sehingga berdasarkan survey yang dilakukan oleh PPIM UIN Jakarta akhir-akhir ini, menunjukkan tingkat intoleransi di lembaga pendidikan meningkat. Tentunya ini sangat meresahkan bagi warga Indonesia terutama warga NU yang menjadi ujung tombak Toleransi di Nusantara.

Kedua, program ekonomi yang menjadi prioritas kedua untuk menjadikan kemandirian organisasi NU agar berdikari, karena dengan mandirinya pengurus NU dalam setiap acara dan lainnya, maka akan semakin punya daya tawar yang lebih baik.

Kemandirian dalam organisasi merupakan hal yang sangat urgen dan patut di utamakan agar organisasi tidak dimainkan oleh oknum yang berkepentingan tanpa memperdulikan eksistensi NU.

Ketiga, program prioriras masalah kesehatan, karena sehat merupakan bagian dari iman, disamping itu, kesehatan warga NU merupakan yang hal penting sekali untuk menjalankan roda organisasi, jika para kadernya sehat dan militan, maka akan menjadi efektif kinerjanya, sehingga mendapatkan hasil yang maksimal.

Baca juga : Serba-serbi Ansor-Banser Tangsel Berbagi Takjil Gratis Dihari Ke-10

Selain sehat, warga nahdliyin juga harus terus melakukan hidup bersih untuk menghindari sakit, dengan begitu program kesehatan yang dicanangkan PCNU Kota Tangsel merupakan hal yang tepat untuk menjadi prioritas, dengan melihat realitas warga yang banyak mengalami sakit karena faktor makanan, dan lingkungan yang kotor.

Semoga ketiga program prioritas tersebut, berjalan dengan baik dan lancar, dan lembaga lainnya juga ikut bergerak dalam memberikan solusi yang berdampak di masyarakat agar bisa merasakan adanya organisasi NU ditengah mereka.


Penulis : Syaiful Ahyar – Kader GP Ansor Tangsel dan Redaktur NU Online Banten.
Editor : Kholili

Tuesday, February 16, 2021

GP Ansor: Pengawal Moderasi Islam

Ansor tangse


Tangerang Selatan - Ditengah kondisi saat ini, dimana masih maraknya gerakan radikalisme yang terjadi di masyarakat ditambah dengan sosial media yang begitu masif, apalagi konten hoax yang sudah tak terbendung lagi. Siapun bisa terkena berita hoax jika saja tidak selektif dalam menfilternya.

Fenomena ini tentunya meresahkan bagi pengguna sosial media yang tidak semua berlatar belakang dari pemahaman Islam yang moderat. Terlebih lagi gerakan Islam radikal yang sudah masif dalam menggunakan sosial media untuk menyebarkan pemahaman nilai-nilai radikalisme. Walaupun HTI sudah dibubarkan, atas rekam jejak nyata hingga saat ini ialah merupakan organisasi yang bisa merusak paham nasionalisme, karena doktrin yang mereka usung, namun kenyataannya para anggotanya masih bercokol di dunia maya untuk menyebarkan pemahaman Islam radikal.

Sudah banyak hasil penelitian yang memaparkan jika sosial media sebagai alat yang efektif untuk menyebarkan pemahaman Islam radikal, karena tanpa disadari pengguna sosial media tidak serta merta bisa menfilter berita atau bacaan yang dikonsumsinya dengan baik.
Oleh karena itu, sosial media akan menjadi sangat dilema ketika tidak bisa digunakan dengan baik dan benar. Disisi lain sebagai alat jejaring sosial untuk membangun silaturrahim yang efektif dan cepat, namun di sisi lain sebagai boomerang karena banyaknya konten hoax yang menyebar.

Gerakan Pemuda Ansor atau biasa dikenal dengan GP Ansor yang merupakan Badan Otonom (BANOM) Nahdlatul Ulama, harus peka dengan fenomena ini. Disamping itu, salah satu komitmen GP Ansor yang selalu digemakan adalah mengawal eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yaitu melawan setiap kelompok radikal dan anti Pancasila yang berpotensi menganggu Kebhinekaan. Dengan adanya komitmen tersebut, tentunya masalah radikalisme yang masih bercokol di sosial media, GP Ansor harus ikut andil dalam mewarnai konten sosial media yang berhalauan moderat.


Selain itu, Kader GP Ansor harus senantiasa melek terhadap teknologi dan mempunyai kesadaran terhadap peluang dan tantangan yang ada di dalam dunia maya. Dengan adanya kepekaan terhadap perkembangan zaman yang begitu cepat, maka peran GP Ansor akan selalu dibutuhkan oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sepanjang hayat. Karena GP Ansor sudah menjadi garda terdepan dalam perjalanan bangsa ini.


Gerakan moderasi Islam sangat efektif dalam membendung gerakan Islam radikal karena gerakan Islam moderat membawa misi yang santun, terbuka, dan toleran. Dengan begitu masyarakat yang sudah terpapar dengan pemahaman Islam radikal, bisa diselamatkan dengan pemahaman Islam moderat.

Baca juga : Pentingnya Ilmu ke-NU-an, Asal-usul NU di Dirikan, dan Mengetahui Banom NU yang Resmi

Karena cara yang dilakukan dengan tidak menggunakan kekerasan dalam menyebarkannya, namun dengan cara yang rasional dan terbuka sehingga orang yang sudah terpapar bisa diajak dialog untuk mencari titik temu dari kesalah pahaman yang terjadi, baik disengaja maupun tidak disengaja. Namun, gerakan Islam moderat tidak bisa berjalan efektif jika para kader GP Ansor tidak militan dalam menjalankan misi gerakan tersebut, karena militansi sebagai kunci dalam gerakan kepemudaan.


GP Ansor akan menjadi pengawal terdepan dalam gerakan moderasi Islam, karena kemajuan suatu bangsa tidak lepas dari peran pemuda. Sejarah telah menulis, bahwasanya sejak zaman kolonial (Penjajahan Belanda) peran pemuda sebagai ujung tombak dalam meraih kemerdekaan bangsa ini. Kita sebagai Kader GP Ansor harus turut bangga dan selalu menjadi pemantik atas goresan pena sejarah yang telah terukir.

Baca juga : Cara Kirim Tulisan atau Artikel di Website Ansor Tangsel

Editor : Kholili
Penulis : Syaiful Ahyar – Kader GP Ansor Tangsel dan Redaktur NU Online Banten.

Saturday, January 2, 2021

Refleksi Akhir Tahun 2020, Indonesia Dalam Pandemi Covid-19

rEFLEKSI aKHIR tAHUN

Puji Syukur kepada Ilahi Rabbi yang telah memberikan segala-galanya sehingga kita dapat berdiri dalam dunia sampai saat ini tepatnya dipenghujung tahun 2020. Tahun 2020 merupakan tahun yang paling penuh tantangan. Tahun dimana dunia diguncangkan oleh lautan pandemi COVID-19. Pademi Covid-19 ini adalah penyakit sampar yang sangat menular dan terus mejangkit antar manusia.

Pademi ini pun belum mendapat kepastian kapan akan berakhir. Usia manusia seolah di ujung tebing curam. COVID-19 tidak kenal diskriminasi soal kaya atau miskin. Malah yang selama ini bangga sebagai orang kaya, punya uang simpan di banyak tempat, hidup bergelimang mewah, tidak berkutik saat mulut dan hidung ditutup benda mirip kaca yang menyesakkan pernapasan. Kita saksikan kota-kota lengang, ruang-ruang publik sepi, tempat peribadahan kosong. Kalaupun ada, pasti berjarak. 

Angka kasus infeksi virus COVID-19 di Indonesia masih terus mengalami peningkatan. Di Indonesia sendiri, kasus infeksi COVID-19 yang pertama diumumkan pada 2 Maret 2020 lalu. Berdasarkan data yang disampaikan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 pada Rabu (30/12/2020) sore, tercatat ada tambahan 8.002 kasus baru infeksi COVID-19 dalam 24 jam terakhir. Ini artinya, jumlah kasus infeksi harian kembali menyentuh angka 8.000. Dengan penambahan tersebut, maka total kasus COVID-19 terkonfirmasi di Indonesia tercatat sebanyak 735.124 (tribunnews 31/12/20).

Akibat COVID-19 ini adalah menjadi ancaman serius bagi kalangan pesantren dan Indonesia. Dimana sebanyak 207 masyayikh atau ulama meninggal selama pandemi Covid-19. Ratusan ulama yang meninggal selama pandemi itu tersebar di 110 pondok pesantren di Indonesia. Data itu disampaikan oleh Pengurus Pusat Rabithah Ma'aid Islamiyah (RMI) Nahdatul Ulama. Diketahui, masyayikh merupakan sebutan untuk kiai atau nyai dalam dunia pesantren. "Ancaman terhadap pesantren dan kyai berarti ancaman terhadap kelangsungan pendidikan agama dan karakter bangsa Indonesia," kata Abdul Ghofarrrozin dalam keterangan tertulis, Jumat (11/12/2020). 

Kondisi pandemi saat ini membutuhkan orang beriman, bukan sekadar orang beragama. Orang beriman akan peka dengan realitas dan tidak pernah tanggal diam, masa bodoh apalagi pura-pura hilang kesadaran mencari solusi untuk menenun kembali hidup yang diporakporandakan virus jahanam ini. Orang beriman tidak pernah meremehkan fakta kelam sekalipun. Justru di tengah lautan kekelaman, orang beriman mesti tampil sebagai cahaya yang mampu mencahayai realitas agar membuka mata kesadaran orang lain, betapa pun kecil. Cuci tangan lebih kerap, jaga jarak, tetap akrab dengan masker, terdengar sepele tapi berisiko dahsyat tidak hanya diri kita tapi orang lain.

Kesadaran ini adalah bagian utuh dari iman. Ketakutan pasti akan hadir. Tapi iman akan Dia yang setia akan mengubah segala ketidakmungkinan dalam kekuasaan otak manusia yang terbatas menjadi kemungkinan yang terbuka bersama Dia yang tidak berbatas.

Selain terjadinya pandemi COVID-19, masih banyak kejadian lain yang tidak dapat dipaparkan masing-masing. Dengan pergantian tahun dari 2020 ke 2021 kali ini memang akan menjadi sesuatu yang berbeda, dipastikan bahwa perayaan tahun baru kali ini akan diwarnai sejumlah aturan karena Indonesia masih menghadapi pandemi. Beberapa kegiatan wajib saat pergantian tahun, seperti pesta kembang api, panggung hiburan, dan lainnya, tidak akan diperbolehkan karena dapat menimbulkan kerumunan. Meski tak harus berkumpul karena kondisi pandemi covid-19 masih terjadi, tidak ada salahnya apabila ucapan dan do’a agar di tahun 2021 mendatang segala kondisi akan menjadi jauh lebih baik.


Oleh : Saiful Ahyar, S,Pd.
Penulis adalah Kader GP Ansor Tangsel 2020 dan Kontributor NU Online Banten.

Politisasi Agama, Pembunuhan Karakter & Propaganda Anti Pemerintah

Politik dan Isu Agama di Negeri Indonesia

Situasi perkembangan politik di Indonesia dalam kurun waktu 5-6 tahun ini mengalami gejolak politik yang luar biasa, lebih-lebih dalam pelaksanaan pemilihan umum baik itu pemilihan presiden dan wakil presiden atau pemilihan kepala daerah.

Penulis mencoba menganalisis problematika yang berkembang di tengah masyarakat. Dari temuan-temuan penulis di lapangan khususnya di Kota Tangerang Selatan ataupun nusantara pada umumnya, maka penulis menyimpulkan ada 3 pokok permasalahan yang mengakibatkan gejolak di tengah masyarakat, diantaranya yaitu:

1. Politisasi Agama (Politicization of religion)


Seperti yang kita ketahui, akhir-akhir ini masyarakat kita khususnya muslim di Indonesia sedang mengalami demam sosok tokoh "habaib" atau tokoh-tokoh agama yang lainnya Kyai, Ustadz, Ustadzah, Mubaligh.

Sosok beliau-beliau para pemuka agama sedang di gemari/dicintai oleh kaum muslim di Indonesia. Ini merupakan hal positif yang harus di apresiasi dan ditularkan kepada generasi millenial saat ini.

Cinta punya posisi penting dalam agama Islam. Para sahabat dan alim ulama mengandalkan cinta kepada orang-orang saleh sebagai syafaat bagi mereka menghadapi akhirat.

Dikutip dari Nu Online, "Itulah rahasianya kenapa kiai-kiai kita, kenapa ulama-ulama kita mengajak agar kita mencintai as-shalihin, orang-orang yang saleh."

Mengutip sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, bahwa seseorang akan bersama orang yang ia cintai. "Aku mencintai orang-orang saleh dan aku bukan bagian dari mereka. Semoga dengan mencintai mereka aku mendapat syafaat dari mereka." terjemahan salah satu bait syair Imam Syafii. 

Disisi lain, ada oknum-oknum tokoh agama yang menjadikan jalan dakwah untuk kepentingan politik bagi dirinya atau kelompoknya dengan mengatasnamakan agama guna memuluskan rencana dan tujuan mereka. Yang seharusnya agama itu lebih suci kedudukannya daripada sekedar politik belaka. Maka penulis terkagum dengan statement Mentri Agama yang baru yaitu Gus Yaqut Cholil Qoumas, beliau menyampaikan "Jadikan Agama itu Inspirasi bukan sekedar aspirasi" yang artinya jelas bahwa jadikan nilai spiritual ini menjadi pondasi untuk membangun karakter yang baik, akhlakul karimah, ketaatan terhadap perintah dan ajarannya bukan untuk memenuhi nafsu politik atau kepentingan dirinya/kelompok.

Hal ini terjadi baik di dunia nyata atau di dunia maya akhir-akhir ini, maka selaku kader GP Ansor harus mampu mengimbangi pergerakan mereka baik di tengah-tengah masyarakat ataupun di media sosial. Dengan demikian kita selaku kader GP Ansor wajib untuk mengisi ruang-ruang yang mereka salah gunakan dengan meluruskan kembali faham yang salah akibat dari kesalahfahaman mereka dalam menerima informasi-informasi, lebih-lebih tentang nilai-nilai keagamaan yang membutuhkan disiplin-disiplin ilmu untuk mengkaji dan mempelajarinya.

2. Pembunuhan karakter (Character assassination)


Seiring dengan terjadinya politisasi agama yang digambarkan diatas, maka kerapkali kita dihadapkan dengan informasi-informasi yang berisi tentang cacimaki, fitnah, berita bohong (Hoax), dan sebagainya. Tokoh ini dibenturkan dengan tokoh yang lain, kyai ini dibenturkan dengan kyai yang lain, habaib dibenturkan dengan habaib, dan seterusnya. Pemberitaan tersebut seringkali kita baca, kita dengar maupun kita saksikan sendiri. Sehingga mengakibatkan perpecahan di tengah masyarakat, seperti halnya karena berbeda pandangan politik tetangga dengan tetangga saling bermusuhan, saudara dengan saudara tidak ada tutur sapa, guru dan murid tidak harmonis dan seterusnya.

Hal ini tentu tidak boleh dibiarkan, pemerintah selaku pemegang kekuasaan harus bersikap tegas dan adil dalam menghadapi problematika yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Pemerintah harus dapat menciptakan keamanan dan ketertiban warga negaranya. Maka dalam menanggulangi permasalahan-permasalahan yang ada pemerintah perlu menjalin kemitraan dengan Ormas, LSM, OKP atau Tokoh Agama yang ada untuk menjalin komunikasi serta bekerjasama dalam rangka menciptakan kehidupan sosial yang baik, aman, nyaman dan tentram baik di dalam kehidupan sehari-hari maupun di media sosial.

Dengan itu akan membantu kinerja pemerintah guna mencegah dan membatasi konflik di tengah masyarakat yang dapat mengakibatkan permusuhan atau perpecahan.

3. Propaganda Anti Pemerintah


Terakhir ini adalah masalah yang serius, yang menjadi perhatian kita selaku kader GP Ansor. NU dan GP Ansor adalah organisasi keislaman dan kepemudaan yang dari dulu senantiasa mendukung pemerintahan yang sah dalam mewujudkan tujuan dan cita-cita bangsa.

Dinamika politik yang sangat kompleks dan penuh dengan ketidakpastian membuat kelompok-kelompok tertentu menggunakan segala cara untuk meraih tujuan, termasuk dengan menggunakan cara propaganda.

Salah satu literatur lama tentang intelijen di Indonesia, (Napitupulu, 1966) membagi jenis propaganda berdasarkan sifatnya, yaitu propaganda putih, propaganda abu-abu, dan propaganda hitam. Propaganda putih biasa disebut dengan penerangan, propaganda abu-abu disebut dengan propaganda, dan propaganda hitam disebut dengan agitasi.

Propaganda putih atau penerangan biasanya dilalakukan oleh instansi resmi dan untuk memberikan informasi yang resmi, faktual kepada masyarakat umum. Propaganda abu-abu biasanya konten yang diberikan sudah “dimiringkan” dengan tujuan untuk menciptakan persepsi negatif kepada pihak tertentu. Propaganda hitam atau agitasi dilakukan oleh sumber rahasia dengan konten negatif untuk menyerang orang atau pihak tertentu.

Kebebasan demokrasi membuat orang atau kelompok dengan bebas mengutarakan pendapatnya termasuk melakukan propaganda. Jika masih menggunakan propaganda putih atau maksimal abu-abu maka masih bisa dianggap wajar dalam dinamika politik, namun jika sudah terjadi propaganda hitam atau agitasi maka hal tersebut bisa berdampak pada terjadinya konflik massa, ketidakpercayaan kepada pihak tertentu termasuk pemerintah dan gangguan keamanan negara.

Beberapa aksi masyarakat akhir-akhir ini terlihat ada propaganda untuk mewujudkan ideologi selain Pancasila dan anti pemerintah. Propaganda yang bertentangan dengan ideologi bangsa juga diimbangi dengan propaganda menyudutkan pemerintah, sehingga bisa menyebabkan persepsi pada penerima propaganda bahwa pemerintah salah dan kelompok pengusung propaganda tersebut benar. Propaganda yang mencoba menawarkan ideologi selain Pancasila antara lain dibungkus dengan kemasan bentuk kesalehan bela agama, dan yang menentang propaganda tersebut akan dianggap melawan agama. 

Ironisnya jika terjadi propaganda yang bersifat abu-abu dan hitam untuk melemahkan negara, pemerintah sering kali terlihat kalah pengaruh. Kelompok anti pemerintah konsisten dengan kualitas dan kuantitas konten, sementara pemerintah kadang justru kurang cepat, banyak sumber yang berbicara sehingga tidak konsisten, dan akhirnya informasi yang disampaikan bisa membuat kebingungan atau ketidakpercayaan di masyarakat.

Maka kita sebagai warga NU dan kader GP Ansor harus berpartisipasi aktif di tengah masyarakat untuk mengisi ruang-ruang publik, guna melerai dan mencegah individu atau kelompok-kelompok yang mencoba melakukan propaganda negatif terhadap pemerintahan yang sah, baik itu dalam memanfaatkan kegiatan keagamaan, sosial, ekonomi, politik maupun kebudayaan. Ini bagian dari tugas & tanggung jawab besar GP Ansor untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI. #Pancasila Jaya 

#NKRI Harga mati #Nusantara Milik Kita Bersama.


Oleh : Suryaman
(Ketua PAC GP Ansor Ciputat).

Friday, January 1, 2021

Ansor Banser PAC Setu Mengikuti Apel Bersama, Dalam Rangka Persiapan Pengamanan Malam Tahun Baru 2021 Di Polsek Cisauk

Apel Pengamanan Tahun Baru 2021

Tangerang Selatan – Dalam rangka menyambut tahun baru 2021 masehi, seluruh masyarakat biasa merayakan tahun dengan berkumpul bersama teman, sanak keluarga hingga berkumpul masyarakat lainnya. Hal ini mengakibatkan terjadinya kerumunan yang tidak bisa di hindarkan. 

 

Pada tahun baru kali ini, Pandemi pun masih enggan angkat kaki dari negeri tercinta. Sehingga kekhawatiran pemerintah akan penyebaran pandemi ini pun semkain menjadi-jadi. 

 

Berkerumunnya masyarakat tanpa di sadari tak bisa di hindarkan lagi, karena moment seperti ini adalah moment yang sangat di nanti-nanti oleh masyarakat, sebagai sarana berkumpul bersama teman dan sanak keluarga. 

 

Oleh karena itu demi mencegah penyebaran virus ini, pemerintah daerah pun mengambil tindak tegas untuk melakukan sweeping dengan tujuan memberi himbauan kepada masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan yang melibatkan banyak orang hingga berpotensi akan penyebaran virus COVID-19. 

 

AKBP Fahad Kapolsek Cisauk – Setu, menyampaikan bersama-sama dengan semua elemen keamanan dan ormas akan melakukan sweeping dan mengantisipasi kerumunan di masyarakat pada malam tahun baru dengan adanya gerakan ormas yang baru saja di keluarkan edaran dari pemerintah pusat.


PAC Ansor Banser Setu Apel Pengamanan Tahun Baru 2021


Acara di hadiri oleh Ketua PAC Ansor Setu, Irfan Alamsyah bersama 7 anggota Banser yang ikut serta dalam  membantu pihak kepolisian di wilayah kerja kecamatan Setu, dimana ada 11 titik yang akan di lakukan pemantauan selama malam tahun baru dari pukul 18.00 - 01.00 WIB. 

 

Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat pun semakin teredukasi akan bahayanya penyebaran COVID-19. Sehingga masyarakat pun semakin berhati-hati untuk mengambil langkah dalam perayaan tahun baru kali ini.


PAC Ansor Banser Setu Mengikuti Apel di Polsek Cisauk


Masyarakat berterimakasih atas inisiatif aparat dan pemerintah dalam mencegah penularan virus COVID-19. Serta berharap dengan langkah ini akan menjadi salah satu cara untuk memutus tersebarnya virus. Sehingga pada awal tahun 2021 ini menjadi masa yang normal kembali, dan masyarakat pun dapat melakukan kegiatan yang berarti tanpa di dasari kekhawatiran akan tersebarnya virus COVID-19.

 

Editor : Kholili 

Penulis : Fahad Al Mukhlish 

NU Care

Aswaja

Tabayun